Analisis Kuantitatif Dengan Spektrofotometri
UV-VIS
Sebagai dasar analisis dalam spektrofotometri UV_Vis adalah Hukum Beer. Hukum ini merupakan
prinsip dasar semua spektrometri molekular kuantitatif. Konsentrasi zat yang
belum diketahui dapat dicari dengan menerapkan Hukum Beer yang merupakan
prinsip dasar semua spektrometri molekular kuantitatif, sehingga konsentrasi tersebut dapat dicari dengan
berbagai cara diantaranya :
1. Berdasarkan
persamaan Hukum Lambert-Beer dengan standar tunggal:
A =
. b . c



2. Penentuan
konsentrasi senyawa dengan menggunakan kurva baku (standar)
Penentuan konsentrasi senyawa dengan
menggunakan kurva baku (standar) dapat dilakukan bila memiliki senyawa standar.
Senyawa standar merupakan senyawa yang telah diketahui sifat-sifat fisika dan
kimia. Sebagai sifat fisika antara lain : indeks bias, titik didih, titik
lebur, putaran optik, sedangkan sifat-sifat kimia antara lain : gugus fungsi,
rumus molekul maupun struktur senyawa. Misalnya akan menentukan kandungan
vitamin-C yang terdapat dalam minuman berbagai kemasan, maka harus tersedia
senyawa standar yaitu asam askorbat. Selanjutnya dibuat larutan standar dengan
berbagai konsentrasi (misal 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; dan 0,5 mmol/mL). Pada setiap
konsentrasi tersebut tentukan absorbansi (A) pada panjang gelombang (λ)
tertentu. Konsentrasi sampel ditentukan dengan melarutkan sejumlah sampel yang
telah ditimbang secara tepat dalam volume tertentu. Ambil sejumlah
larutantersebut kemudian masukkan dalam kuvet dan tentukan absorbansinya (Ap),
pada panjang gelombang yang sama seperti pada senyawa standar. Hasil absorbansi
yang diperoleh kemudian diletakkan pada kurva baku (sebagai sumbu ordinat).
Konsentrasi diperoleh dengan menarik garis horizontal dari Ap hingga
memotong kurva baku, kemudian dari perpotongan tersebut ditarik garis vertical
hingga memotong sumbu X (sebagai konsentrasi), diperileh Cp sebagai
konsentrasi sampel. Hasil yang diperoleh dibuat kurva konsentrasi vs absorbansi
seperti pada gambar 8.
Ap = Absorbansi senyawa yang
dianalisis
Cp = Konsentasi senyawa yang
dianalisis
Gambar 8. Cara Menentukan Konsentrasi Senyawa
3. Penentuan
konsentrasi senyawa dengan regresi linear
Hasil pengukuran
absorbansi larutan standar dapat digunakan untuk menghitung kadar suatu zat dengan menggunakan
hubungan antara A dan c yang merupakan grafik kalibrasi absorbansi vs
konsentrasi. Selanjutnya konsentrasi larutan yang belum diketahui dapat ditentukan
dari grafik tersebut dengan menggunakan
persamaan regresi linear yaitu
Y = aX + b dengan Y = Absorbansi
sampel, X = konsentrasi sampel, a = slope dan b = intersep.
|
Gambar 9. Kurva Kalibrasi
Harga a dapat dihitung dengan rumus :



Hubungan linieritas yang lazim
dinyatakan dengan r kurva tersebut dirumuskan :

Kurva dikatakan memiliki linieritas (r)
yang tinggi bila mempunyai harga 0,999999.
Regresi linier hanya terjadi antara konsentrasi vs
absorbansi dan tidak akan diperoleh dengan cara mem-plot transmitans vs
konsentrasi, karena absorbansi dan transmitans dihubungkan oleh persamaan :
A
= - log T
sehingga
tidak ada hubungan linear antara transmitansi dan konsentrasi.
![]() |
Gambar 10. Hubungan antara konsentrasi dengan
transmitansi dan absorbansi
Jadi jika hasil pengukuran berupa transmitans, maka harus
diubah ke bentuk absorbansi agar dapat membuat kurva kalibrasi.
Casino Slot Machines - JammyTube
BalasHapusCasino Slot Machines. 1.0 - 20 Gambling Online. 1.0 - 20 Gambling Online. 포항 출장샵 1.0 - 20 Gambling Online. 1.0 - 전라남도 출장안마 20 Gambling Online. 1.0 안산 출장마사지 - 20 김천 출장마사지 Gambling Online. 1.0 - 과천 출장안마 20 Gambling Online.
visit the website costume wigs,hair toppers,wigs online,cheap wigs human hair,wigs for women,human hair wigs,cheap wigs,human hair toppers,human hair toppers Website
BalasHapus